Senin, 12 September 2016

Derita Petani Tembakau Akibat Kenaikan harga Rokok


Medis A-Z | KLIKDOKTER.com - Menuju Indonesia Sehat / 1 minggu yang lalu

Derita Petani Tembakau Akibat Kenaikan Harga Rokok
Wacana kenaikan harga rokok hingga dua kali lipat masih ramai menjadi buah bibir di masyarakat. Terlebih di kalangan yang banyak terlibat –mulai dari perokok, buruh pabrik, pemilik usaha, hingga petani tembakau.
Petani tembakau menolak dengan keras wacana yang diajukan oleh Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany. Mereka menilai bahwa kenaikan harga rokok tersebut hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu, dan merugikan petani tembakau.
Petani MerugiMerugi

Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno Riban, kebijakan tersebut tidak membuat petani diuntungkan, malah sebaliknya. Volume pembelian tembakau akan berkurang karena penurunan permintaanrokok. Dengan demikian, harga tembakau otomatis akan semakin anjlok. Apalagi harga tembakau saat ini sudah berada pada titik kritis Rp. 1000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya harga normal tembakau berkisar antara Rp. 5000-6000 per kilogram.
Kerugian petani tembakau semakin bertambah jika hasil panen tidak sebanding dengan modal awal. Menurut seorang petani tembakau di Jawa Tengah, untuk modal tanam mereka harus mengeluarkan lima juta rupiah. Jika hasil panen baik, mereka dapat menghasilkan kurang lebih 3 ton tembakau. Namun apabila cuaca dan keadaan panen tidak mendukung, maka petani tembakau bisa semakin merugi.

Boleh Naik, Asal…
Soeseno, ketua APTI, menilai bahwa kenaikan harga rokok juga dapat menggerus pabrik-pabrik rokok kecil sehingga akhirnya terpaksa gulung tikar. Dalam kurun lima tahun terakhir ini saja sudah ada 1200 pabrik rokok yang tutup. Akibatnya, sebanyak 102.500 buruh pabrik terpaksa mengalami PHK. Tidak terbayangkan oleh Soeseno apa yang akan terjadi jika pemerintah jadi menaikkan harga rokok dua kali lipat.
Para petani tembakau akan mendukung keputusan pemerintah menaikkan harga rokok, asal pemerintah terlebih dahulu menaikkan harga tembakau. Seorang petani tembakau menilai bahwa jika harga rokok 50 ribu sebungkus, setidaknya harga tembakau dapat dinaikkan menjadi 25 ribu per kilogram.

Selain itu, mereka pun meminta kepada pemerintah untuk dapat melindungi pelaku usaha kecil-menengah yang rentan tergerus arus jika harga rokok naik. Dengan kata lain, jikalau terjadi pemutusan hubungan kerja pada petani tembakau akibat kenaikan harga rokok, pemerintah harus siap sedia menyediakan lapangan pekerjaan lain.
(NB/RH)
Baca juga:
  1. Bahaya Merokok Saat Hamil
  2. Mengapa Penis Pria Perokok Kurang Keras?
  3. Benarkah Rokok Elektrik Bisa Hentikan Ketergantungan?
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[]

Jumat, 08 April 2016

Tips Mengatasi Kulit Kering


Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat | RSS Feed / Arie Jung .

DokterSehat.Com – Kulit kering adalah salah satu masalah yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun, baik pria maupun wanita. Selain bisa memberikan rasa tidak nyaman, kulit kering juga bisa membuat tampilan wajah dan juga kulit bagian tubuh lain menjadi kurang maksimal dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Kulit kering biasanya akan diiringi dengan adanya sisik, gatal-gatal, hingga rasa perih.

 Minyak alami yang biasanya menjaga kelembaban kulit mengalami penurunan produksi sehingga kulit pun menjadi semakin kering. Apakah ada cara untuk mengatasi masalah kulit kering ini dengan efektif?
Hal pertama yang harus kita lakukan tentu saja adalah memakai pembersih wajah. Jangan sembarangan memakai pembersih wajah mengingat anda harus memakai pembersih khusus yang bisa menjaga kandungan minyak alami atau sebum pada kulit.

Pembersih wajah sendiri memiliki fungsi utama sebagai pembersih kotoran atau sel-sel kulit mati yang berada di pori-pori kulit. Sayangnya, jika pembersih wajah ini tidak mampu menjaga kelembaban atau minyak alami kulit, maka kulit pun bisa menjadi lebih kering dan tidak lagi terlihat segar dan bersih. Sabun pembersih yang mampu menjaga kelembaban kulit biasanya akan cenderung lembut untuk dipakai.

Saat membersihkan wajah sendiri, ada baiknya kita berhati-hati dengan air yang kita gunakan. Andai wajah sedang mengalami kulit yang sangat kering, untuk sementara hindarilah air keran yang biasanya kaya akan klorin, flouride, atau bahkan zat-zat kimia lainnya yang bisa menyebabkan kulit menjadi semakin parah. Hingga kulit tidak lagi mengalami masalah kulit kering lagi, cobalah untuk membersihkan wajah dengan air mineral.

Kulit kering biasanya akan berlanjut dengan kulit bersisik dan bahkan terkelupas. Andai hal ini terjadi, cobalah untuk memijat area kulit yang mengelupas dan berilah pelembab kulit yang baik, khususnya sebelum tidur. https://www.tokopedia.com/iskaiskishop  Selain itu, cobalah untuk lebih sering mengkonsumsi air dengan cukup, yakni delapan gelas per hari yang tentu akan berimbas pada kelembaban kulit. Kebiasaan buruk merokok yang memang terbukti sangat buruk bagi kesehatan kulit juga sebaiknya segera dihentikan untuk membuat kulit kering bisa menjadi lembab dan sehat kembali.
Artikel ini di muat dari : Doktersehat.com

Rabu, 30 Maret 2016

Pestisida Pada Makanan Bisa Memicu Penyakit Berbahaya


Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat | RSS Feed / Arie Jung .

DokterSehat.Com – Tanpa kita sadari, makanan yang kerap kali kita anggap sebagai makanan yang sehat, yakni sayuran dan buah-buahan ternyata juga telah terkontaminasi berbagai zat berbahaya. Zat berbahaya ini adalah pestisida yang memang banyak disemprotkan pada tanaman sayuran dan buah-buahan untuk mencegah adanya ulat atau gangguan serangga lainnya yang bisa merusak hasil panen. Jika kita tidak membersihkan kandungan pestisida ini dari makanan ini, maka kita pun beresiko terkena beberapa penyakit berbahaya jika sering mengkonsumsinya.

Pakar kesehatan dari Australia dalam organisasi NCFH mengungkapkan fakta mengejutkan dimana hasil pertanian yang terkena paparan pestisida organofosfat ternyata memilliki kandungan racun yang sanyat berbahaya dan bisa menyebabkan beberapa penyakit berbahaya layaknya kanker dan kondisi kelainan syaraf dan psikotik layaknya penyakit parkinson. Penelitian yang dilakukan selama lebih dari 12 bulan ini mengungkapkan jika resiko terkena kanker dan parkinson ini bisa semakin membesar jika kita mengkonsumsi makanan terkontaminasi ini dalam jangka panjang.

Pakar kesehatan memang masih banyak melakukan perdebatan tentang jenis pestisida manakah yang bisa memberikan resiko terkena penyakit kanker dan parkinson ini. Namun, beberapa ahli racun menyebutkan jika pestisida organifosfat yang memang ditujukan untuk menyerang sistem saraf pada serangga ternyata bisa membuat gangguan kesehatan pada manusia jika dikonsumsi oleh manusia dalam jangka panjang melalui makanan yang tidak dibersihkan dengan benar.

http://adf.ly/1XpBg0
Di Amerika Serikat dan Inggris, penggunaan pestisida organifosfat sendiri telah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Namun, mengingat kemampuannya membunuh hama serangga dengan sangat cepat, masih banyak petani yang menggunakannya. Selain dalam dunia pertanian, bahan kimia ini juga diyakini dipakai dalam industri ternak sehingga kita pun sebagai konsumen harus menjadi lebih berhati-hati akan kandungan pestisida ini. Ingatlah selalu untuk membersihkan makanan dengan baik untuk menghindari adanya kandungan pestisida yang tersisa sehingga kita pun mengkonsumsi makanan yang benar-benar bersih dan sehat.
Artikel ini di muat dari : Doktersehat.com

Selasa, 29 Maret 2016

Tips Merawat Payudara Agar Tidak Mudah Terkena Infeksi


Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat | RSS Feed / Arie Jung .

DokterSehat.Com – Salah satu bagian tubuh yang sangat diperhatikan oleh kaum wanita adalah payudaranya. Payudara kerap kali dianggap sebagai aset berharga yang bisa menjadi daya tarik sekaligus menambah rasa percaya diri pada wanita. Setiap wanita tentu mendambakan payudara yang sehat dan kencang. Sayangnya, jika tidak dirawat dengan benar, payudara bisa mengalami infeksi yang tentu akan membutuhkan perawatan khusus agar tidak kehilangan keindahannya. Berikut adalah beberapa cara merawat payudara dengan benar agar tidak mudah terkena infeksi.

Cara pertama yang harus kita lakukan adalah dengan memakai bra yang tepat. Tepat disini adalah yang sesuai dengan ukurannya sehingga bra bisa menopang payudara dengan nyaman. Jika bra terlalu kecil, payudara akan lebih banyak tertekan dan lama-kelamaan bisa memicu infeksi. Pastikan pula bra yang dipakai adalah yang bersih karena bra yang kotor bisa memiliki kuman, bakteri, atau bahkan kotoran yang bisa membuat payudara anda terinfeksi.

Wanita juga harus memperhatikan cara mandinya jika ingin menjaga payudaranya tidak mudah terkena infeksi. Tahukah anda, mandi air hanyat ternyata bisa memicu infeksi pada payudara. Kulit payudara yang cenderung lebih sensitif akan bisa terasa kering dan gatal-gatal jika terkena air hangat. Meskipun mandi air hangat sangat menenangkan, namun ada baiknya kita menghindari mandi dengan air hangat untuk mencegah infeksi pada payudara.

Setelah mandi pun kita tidak boleh mengusap payudara dengan sembarangan. Pastikan payudara benar-benar dilap hingga kering sebelum anda memakai bra dan saat mengelap payudara, pastikan anda melakukannya dengan lembut. Payudara yang masih basah saat memakai bra beresiko mengalami masalah kulit layaknya ruam-ruam kemerahan yang bisa memicu infeksi.

http://adf.ly/1XpBg0
Payudara memiliki sensitifitas yang berbeda jika dibandingkan dengan bagian kulit lainnya. Pastikan anda menyentuhnya dengan lembut dan halus dan tidak menekannya terlalu keras saat mandi. Hal ini akan membuat payudara pun terjaga bentuknya, kekencangannya, dan terhindari dari infeksi.
Artikel ini di muat dari : Doktersehat.com

Senin, 28 Maret 2016

Sarapan Pagi Bisa Menurunkan Resiko Stroke


Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat | RSS Feed / Arie Jung.

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika sarapan pagi adalah salah satu kegiatan yang bisa menjaga kesehatan tubuh kita. Sarapan pagi adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan karena di pagi hari kita seringkali akan sudah merasa lapar sejak bangun tidur sehingga kita pun bisa mengenyangkan perut di pagi hari dan bersiap diri untuk melakukan berbagai aktifitas harian. Sayangnya, ada banyak orang yang tidak cukup beruntung untuk mendapatkan sarapan pagi. Tahukah anda, sarapan pagi yang sehat ternyata bisa memberikan dampak positif berupa resiko terkena stroke yang menurun dengan signifikan.

Pakar gizi mengungkapkan fakta ini dari sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang dan dikutip oleh News Max Health. Penelitian yang dilakukan di Osaka Univeristy ini melibatkan 82 ribu partisipan baik itu pria dan wanita dengan usia bervariatif dari 15 hingga 45 tahun. Yang menarik dari penelitian ini adalah, para partisipan ternyata terbagi menjadi mereka yang melakukan kebiasaan sarapan dalam seminggu. Sebagai contoh, mereka yang setiap hari sarapan tergolong dalam kelompok tujuh, mereka yang sarapan hanya enam kali dalam seminggu masuk dalam kelompok enam, dan begitu seterusnya sesuai dengan kebiasaan sarapan.

Dari pengelompokan penelitian ini, maka ditemukanlah sebuah fakta dimana mereka yang rajin sarapan setiap hari ternyata memiliki resiko terkena stroke yang cukup rendah. Sementara itu, semakin jarang mereka yang melakukan sarapan, maka resiko untuk mendapatkan penyakit stroke pun bisa meningkat hingga 20 persen.

http://adf.ly/1XpBg0
Hanya saja, pakar kesehatan juga berpendapat jika resiko ini bisa benar-benar menurun asalkan kita juga melakukan sarapan yang sehat dan dengan gizi yang seimbang. Banyak orang yang cenderung mengutamakan rasa kenyang saat sarapan karena dianggap bisa memberikan energi yang cukup untuk beraktifitas dalam sehari. Padahal, yang dibutuhkan tubuh justru kadar gizi yang seimbang antara karbohidrat, serat, dan juga protein. Untuk memastikan bahwa resiko terkena stroke benar-benar turun, maka kita tentu harus memastikan bahwa sarapan kita sehat dan seimbang setiap harinya.
Artikel ini di muat dari : Doktersehat.com


Minggu, 27 Maret 2016

Mencegah Insomnia Dengan Membatasi Penggunaan Media Sosial


Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat | RSS Feed / Arie Jung .

DokterSehat.Com – Meskipun memberikan banyak sekali kemudahan dalam mendapatkan informasi dan juga sebagai sarana komunikasi, media sosial ternyata juga bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan kita. Banyak orang yang mengalami depresi atau rasa cemas hanya karena penggunaan media sosial yang kurang sehat. Selain itu, media sosial juga kini bisa menyebabkan masalah sulit tidur atau insomnia. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pakar kesehatan telah berkali-kali mengingatkan kita agar menghentikan penggunaan ponsel jika kita ingin bisa segera mengantuk dan tidur. Namun, seringkali kita masih menggunakan media sosial, bahkan hingga sebelum kita tertidur di malam hari. Untuk menegaskan seruan ini, pakar kesehatan pun melakukan penelitian yang dilangsungkan di University of Pittsburgh yang mempelajari waktu ideal penggunaan media sosial dalam sehari.

Partisipan dari penelitian ini berasal dari usia 19 hingga 32 tahun, usia dimana banyak orang menggunakan media sosial cukup sering. Dari jumlah 1.178 orang partisipan penelitian ini, sebagian besar menggunakan lebih dari satu media sosial, dari facebook, twitter, instagram, tumblr, vine, snapchat, dan lain sebagainya. Pakar kesehatan pun berhasil menemukan waktu rata-rata penggunaan media sosial yakni sekitar 61 menit dalam sehari. Dalam seminggu, partisipan pun setidaknya menggunakan media sosial sebanyak 30 kali. Yang menjadi masalah adalah hampir sepertiga dari partisipan penelitian ini mengaku mengalami gangguan tidur yang cukup parah.

http://adf.ly/1XpBg0
Tanpa kita sadari, interaksi dan informasi yang ditawarkan oleh media sosial ternyata akan menstimulasi otak agar merasa cemas dan sangat ingin tahu apa yang terjadi. Rasa cemas ini, dan ditambah dengan sinar layar ponsel akan bersinergi membuat irama sirkadian pun terganggu. Untuk menghindari masalah kurang tidur, pakar kesehatan pun menyebutkan jika penggunaan media sosial dalam sehari sebaiknya dibatasi kurang dari satu jam. Meskipun terlihat sulit, kita bisa membatasi jam-jam melihat media sosial sehingga kita pun akan terbiasa untuk tidak selalu merasa cemas dan penasaran akan apa yang terjadi di media sosial.
Artikel ini di muat dari : Doktersehat.com